Skip to main content

Memprediksi Koin Perak yang akan Populer di saat Krisis


Tujuan utama saya mengumpulkan koin perak dari mancanegara maupun lokal selama ini adalah sebagai langkah antisipasi jika suatu saat terjadi krisis ekonomi luar biasa atau hyperinflasi sebagaimana terjadi di Venezuela. Dalam kasus ambruknya atau kolapsnya perekonomian, maka diperkirakan uang kertas (fiat money) akan menjadi tidak berharga. Namun sebaliknya emas dan juga perak akan tetap bernilai tinggi di mata manusia. Salah satu dalilnya adalah karena menurut Al Quran Surah 3:14 manusia sudah “ditakdirkan” untuk mencintai emas dan perak. Selain itu, saya juga percaya kepada Alkitab, dimana di dalam Alkitab terdapat sejumlah tradisi dalam agama Yudaisme yang harus dilakukan/dibayarkan dengan perak. Tradisi tersebut antara lain adalah persembahan setengah syikal perak kepada Bait Tuhan sebagaimana ditetapkan dalam Kitab Keluaran 30:13 dan juga penebusan anak sulung atau tradisi pidyon haben sebagaimana disebutkan dalam Kitab Bilangan 18:16. Oleh karena itu, saya percaya bahwa perak dan juga emas akan selalu digunakan dalam kehidupan umat manusia sampai kapanpun.

Namun, jika seandainya perekonomian benar-benar kolaps dan uang kertas menjadi tidak berharga, maka emas dan/atau perak manakah yang paling akan berguna sebagai alat pembayaran atau alat untuk melakukan barter? Apakah emas batangan Antam 1 gram, koin perak American Silver Eagle, koin perak Canadian Maple Leaf, koin perak dirham Antam, perak batangan, atau apa? Tentunya tidak mudah untuk menjawab pertanyaan ini. Hal terbaik yang bisa kita lakukan adalah dengan melihat ke belakang. Sebagaimana kata Confusius, Study the past if you would define the future. Sementara Robert Kiyosaki juga menyatakan hal yang senada “The best way to predict the future is to study the past ….”. Oleh karena itu, kita akan mencoba melihat sejarah penggunaan koin perak sebagai alat pembayaran.

Boleh dikatakan bahwa koin perak pertama yang digunakan di dalam Dunia Barat adalah Aegina Silver Turtle Stater yang pertama kali dicetak sekitar tahun 530 SM.


Koin perak ini (jika bisa disebut sebagai koin) memiliki berat standar (stater) sekitar 12,3 gram dan diameter sekitar 21 mm. Aegina silver stater ini memiliki pecahan drachma, dimana salah satu sumber menyatakan bahwa 1 stater setara dengan 3 drachma (sehingga 1 drachma Aegina sama dengan 4,1 gram), sedangkan sumber Wikipedia lainnya menyatakan bahwa 1 stater Aegina sama dengan 2 drachma (dengan demikian 1 drachma = 6,1 gram).

Penulis buku 100 Greatest Ancient Coins menobatkan Aegina stater sebagai “the first international trade coinage”, dan koin Aegina stater ini beredar luas di Mediterania mulai dari abad ke-6 hingga abad ke-4 sebelum masehi. Pada tahun 456 SM, Athena menaklukkan Aegina. Namun ternyata masih banyak koin turtle Aegina yang tetap beredar di pasaran bahkan sampai seabad sejak Aegina tidak lagi memproduksi koin turtle stater.
Namun kemudian, Athena mengeluarkan juga koin peraknya sendiri yang pada gilirannya menjadi koin perak paling populer pada masa itu, yaitu Athenian Owl Tetradrachm. Jumlah koin Athenian Owl yang begitu masif setelah tahun 431 SM mampu mensuplai [permintaan] koin untuk dunia perdagangan selama lebih dari seabad.


Athenian Tetradrachm ini memiliki berat sekitar 17,2 gram. Sebagaimana namanya, Athenian Tetradrachm setara beratnya dengan 4 drachma, yang artinya 1 drachma Athena beratnya sekitar 4,3 gram. Wikipedia menyatakan, The 5th century BC Athenian tetradrachm ("four drachmae") coin was perhaps the most widely used coin in the Greek world prior to the time of Alexander the Great (along with the Corinthian stater).”
Sebagaimana pernyataan Wikipedia di atas, setelah Alexander yang Agung naik tahta, maka Alexander yang Agung mencetak koin peraknya sendiri, yaitu Alexander the Great Tetradrachm, yang kemudian menggantikan kepopuleran dari Athenian Owl Tetradrachm.


Sebagaimana koin Athenian Owl Tetradrachm, koin perak Alexander the Great Tetradrachm pun memiliki berat sekitar 17,2 gram. Dalam buku 100 Greatest Ancient Coins dinyatakan, “ The tetradrachm of Alexander the Great became the international world currency, replacing the Athenian tetradrachm.” Namun sangat disayangkan bahwa usia Alexander the Great tidaklah panjang. Sejarah mencatat bahwa Alexander yang Agung meninggal dunia dalam usia yang terbilang masih sangat muda. Kematian Alexander menyebabkan kerajaan peninggalannya yang begitu luas mulai dari Macedonia (sebelah barat Yunani) hingga Persia bahkan India menjadi kehilangan seorang pemimpin sejati.
Salah satu jenderal Alexander kemudian mengambil alih pimpinan dan mencetak koin perak dengan wajah Alexander yang memakai tanduk domba (Dzulkarnaen dalam Al Quran?). Koin perak ini kemudian dikenal sebagai Alexander Lysimachus Tetradrachm


Dalam 100 Greatest Ancient Coins dikatakan, “Because they were a recognized and reliable currency, gold staters and tetradrachms bearing Lysimachus’s type continued to be issued by a variety of mints long after his death.”

Bagaimana dengan koin perak Silver Dollar di masa modern?
Bisa dikatakan jika nenek moyang dari Silver Dollar adalah sebuah koin perak yang dicetak pada masa kerajaan Bohemia pada abad ke-15 Masehi yang kemudian dikenal dengan nama Joachimsthaler. Koin perak Joachimsthaler memiliki berat sekitar 27,2 gram.


Dari Joachimsthaler-lah kemudian muncul koin-koin perak serupa dari berbagai negara dengan berbagai nama yang mirip-mirip seperti misalnya rijksdaalder dari Belanda, rigsdaler dari Denmark, riksdaler dari Swedia, dan lain sebagainya. Salah satu hasil evolusi dari Joachimsthaler adalah leeuwendaalder dari Belanda atau dikenal juga dengan nama Lion Dollar, yang pada gilirannya kemudian dinobatkan sebagai koin Dollar Perak pertama di Amerika (America’s First Silver Dollar).


Dari populernya nama Lion Dollar-lah kemudian nama dollar mulai dikenal, dan nama-nama koin perak lain yang sejenis seperti koin perak Spanyol yang aslinya bernama real de a ocho (koin 8 real) disebut sebagai Spanish Dollar.


Dalam buku the Red Book (The Guide of US Coins) dikatakan bahwa Thomas Jefferson merekomendasikan kepada kongres Amerika pada tanggal 2 September 1776,bahwa negara yang baru lahir tersebut agar mengadopsi koin perak Spanish milled dollar (atau dikenal juga sebagai Pillar Dollar) sebagai unit moneter di Amerika. Koin perak Pillar Dollar inilah yang kemudian menjadi ayah kandung dari koin perak yang beredar di Amerika Serikat, karena ketika kongres Amerika mengeluarkan Coinage Act pada tahun 1792, Amerika masih menggunakan koin perak Spanyol sebagai standar mereka. Bahkan 2 garis vertikal yang muncul pada lambang dollar ($) ditengarai berasal dari dua pilar yang ada pada koin Pillar Dollar ini.

Koin perak Pillar Dollar menjadi koin perak internasional pada masanya (sekitar abad ke-18 dan 19 Masehi), dan ia dicetak oleh di berbagai tempat seperti di Mexico, Bolivia, dan juga Peru. Koin Pillar Dollar ini memiliki berat sekitar 27,07 gram dengan kandungan perak mencapai sekitar 91,7%. Namun, pada saat yang sama, sebenarnya terdapat juga pesaing dari koin Pillar Dollar ini, yakni koin perak Maria Theresa Thaler yang diproduksi oleh Austria.


Sebagaimana dengan Pillar Dollar, koin perak Maria Theresa Thaler (MTT) memiliki berat yang mirip-mirip, yaitu sekitar 28 gram, namun dengan komposisi perak yang sedikit lebih rendah daripada Pillar dollar, yaitu sekitar 83,3%. Namun beda antara Pillar Dollar dengan MTT adalah jika Pillar Dollar lebih populer di Dunia Baru seperti di benua Amerika, maka MTT lebih populer di “Dunia Lama” seperti di Timur Tengah dan beberapa negara Afrika. Begitu populernya MTT di Timur Tengah dan Afrika, bahkan ia masih digunakan sebagai alat pembayaran yang sah dalam perdagangan di Timur Tengah dan Ethiopia sampai abad ke-20 Masehi, atau dua ratus tahun setelah Maria Theresa wafat. Salah satu resep kenapa koin perak MTT bisa bertahan demikian lama dalam peredaran di dunia perdagangan internasional adalah karena desain dan komposisi dari koin MTT yang tidak berubah dari tahun ke tahun. Bahkan tahun pencetakannya pun tidak pernah diubah, yaitu tahun 1780 yang menandakan tahun kematian dari Ratu Maria Theresa.

Dari sejarah singkat penggunaan koin perak dalam perdagangan dunia internasional, kita bisa mengambil kesimpulan bahwa koin perak akan dapat digunakan secara luas oleh dunia internasional jika koin tersebut memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:
1. Diproduksi secara melimpah (kuantitasnya banyak)
2. Dikenal oleh masyarakat luas
3. Memiliki design dan komposisi yang tidak berubah.

Kemudian kita juga bisa melihat bahwa dalam beberapa ratus tahun terakhir, atau tepatnya sekitar 600 tahun terakhir ini, berat koin perak standar meningkat dari sebelumnya sekitar 17 gram menjadi sekitar 28 gram, atau mendekati satuan troy ounce (oz) yang digunakan saat ini (1 oz = 31,1 gram)

Dari berbagai koin perak internasional yang menggunakan satuan troy ounce (oz) yang ada di pasaran saat ini, beberapa koin perak tidak memenuhi salah satu atau salah dua kriteria di atas. Koin perak yang tidak memenuhi persyaratan sebagai kandidat dari koin perak internasional antara lain Chinese Panda, Australian Kookaburra, Australia Koala, dan Somalian Elephant. Chinese Panda, Australian Kookaburra, Koala dan Somalian Elephant tidak memenuhi syarat karena design-nya selalu berubah dari tahun ke tahun, sehingga tidak semua orang mau mengikuti perubahan design dari koin-koin ini.

Setelah kita mengeluarkan koin-koin tersebut dari daftar calon kandidat koin perak paling populer dalam dunia perdagangan internasional, maka hanya tersisa beberapa kandidat kuat saja, antara lain American Silver Eagle, Canadian Maple Leaf, British Britannia, Austrian Philharmonic, Mexican Libertad, Australian Kangaroo, Armenian Noah’s Ark, New Zealand’s Turtle, dan juga Silver Krugerrand dari Afrika Selatan.

Sebagai seorang prepper, idealnya kita memiliki seluruh koin perak populer di atas mulai dari ASE hingga Libertad dan Britannia. Namun, bagaimana jika dana kita terbatas? Koin mana yang harus kita pilih?

Saya rasa, kata kuncinya adalah bahwa koin tersebut harus dikenal oleh masyarakat luas dan juga tersedia/diproduksi dalam jumlah melimpah.Dengan berpedoman pada kata kunci tersebut, pilihan kita akan semakin mengerucut, karena tidak semua koin diproduksi dalam jumlah melimpah. New Zealand’s Turtle misalnya,  walaupun design koin ini sangat cantik, namun tidak diproduksi secara massal, sehingga tidak layak untuk dinobatkan sebagai koin paling populer yang akan berguna di saat resesi. 

Alhasil, tersisa lima atau enam kandidat kuat untuk dinobatkan sebagai koin perak paling populer yang akan berguna di saat krisis melanda, dengan urutan sebagai berikut (versi saya):
1. Canadian Maple Leaf, karena selain diproduksi dalam jumlah yang sangat besar, ia memiliki kelebihan berupa security feature yang membuat koin ini sangat sulit untuk dipalsukan.
2. American Silver Eagle, karena koin ini merupakan koin dengan jumlah produksi terbesar di dunia, sehingga membuat ia layak dinobatkan sebagai koin perak paling populer di dunia saat ini
3. Austrian Philharmonic, koin ini beberapa tahun yang lalu merupakan salah satu koin paling populer di dunia dan diproduksi dengan kuantitas yang melimpah.
4. Mexican Libertad, sebuah koin perak yang dicetak oleh salah satu mint dengan sejarah yang sangat panjang.
5. British Britannia, koin perak dari Inggris yang tidak kalah menawan jika dibandingkan American Silver Eagle
6. Australian Kangaroo, karena memiliki security feature berupa huruf micro “A” pada salah satu huruf pada kata AUSTRALIAN

Kalau anda hanya mampu mengumpulkan dua jenis koin, maka saran saya belilah Canadian Silver Maple Leaf dan juga American Silver Eagle. 


Saya rasa, anda tidak akan keliru dengan dua pilihan ini

Pertanyaan Bagus: Satu keping koin ASE dan juga Maple Leaf memiliki berat 31,1 gram. Jika kita asumsikan bahwa harga perak per gram adalah 10 ribu rupiah, maka harga sekeping koin perak ASE dan/atau Maple Leaf minimal sekitar 310 ribu per kepingnya. Nah, bagaimana seandainya suatu saat kelak kita ingin membeli suatu barang dengan menggunakan koin perak, namun harga barang tersebut hanya lima puluh ribu rupiah atau seratus ribu rupiah misalnya?

Jawaban:
Kita kembali menengok sejarah.
Koin Pillar Dollar atau Spanish Dollar (real de a ocho atau 8 real) dikenal juga dengan sebutan Pieces of Eight atau potongan yang terdiri dari 8 keping. Kenapa demikian? Karena jika kasus sebagaimana pertanyaan di atas terjadi, misalkan seseorang memiliki sekeping Pillar Dollar dengan nominal 8 real, namun orang tersebut ingin membeli suatu barang yang harganya 4 real atau bahkan 2 real. Maka hal yang dilakukan adalah memotong koin perak 8 Real tersebut sesuai kebutuhannya, sebagaimana gambar-gambar berikut ini:

Itulah sebabnya kenapa Pillar Dollar ini dikenal juga dengan sebutan Pieces of Eight. Ini juga berlaku untuk koin yang lain seperti Maria Theresa Thaler.



Pirate Pieces of Eight Coin


Dan sebenarnya pemotongan perak tersebut bukanlah hal yang baru dalam sejarah. Bahkan, di dalam bahasa Arab kata   فضة (fiddhah) yang berarti perak/silver, konon katanya berasal dari kata  فِضّ yang berarti memecah (to break). Memang sepertinya sudah menjadi kebiasaan sejak zaman kuno untuk memecah-mecah bonggolan perak yang besar menjadi pecahan-pecahan kecil sesuai dengan kebutuhan. wa Allahu a'lam  

Comments